Teknologi open source hardware atau open hardware pertama kali diperkenalkan oleh David Rowe melalui proyeknya Free Telephony Project di blognya. Seperti halnya open source software, open hardware adalah rancangan perangkat keras yang dibuka untuk publik. Siapa pun dapat menggunakan, mereproduksi, dan memasarkannya.
Yang menarik dari konsep open hardware ini adalah semangat agar teknologi (misalnya IP Telephony) dapat dinikmati oleh masyarakat luas khususnya untuk negara-negara yang sedang berkembang. Dengan open hardware, industri lokal dapat mengembangkan produk dengan biaya R&D yang murah dan memasarkannya untuk memenuhi kebutuhan lokal juga dengan harga yang relatif terjangkau.
Dikatakan bahwa dengan open hardware dan open software tidak serta merta setiap individu atau organisasi dapat terjun ke dalam bisnisnya. Di dalam bisnis tidak hanya sebatas membuat produk jadi, namun jauh lebih kompleks karena masalah dukungan produk, permodalan, manufaktur, pelayanan pelanggan, serta relasi dengan pelanggan.
Meski telah tersedia semuanya, tetap dibutuhkan pengetahuan dan keahlian yang baik mengenai sistem yang dimaksud. Misalnya memiliki keahlian untuk troubleshooting, mengerti mengenai disain sistem, pengalaman dalam mengkompilasi firmware, pengujian sistem serta dukungan dan pemeliharaan. Dan perlu diingat bahwa dari keseluruhan produk perangkat keras, 95% di antaranya adalah perangkat lunak.
Beberapa tautan: