Internet Protocol (IP) adalah protokol komunikasi data di jaringan komputer atau jaringan berbasis packet-switched. Protokol IP sering disebut sebagai Transmission Control Protocol/Internet Protocol (TCP/IP) mengacu kepada dua protokol yang pertama kali digunakan di dalam komunikasi data berbasis IP.
Statistical Multiplexing atau Stat-Mux adalah suatu metoda menggunakan secara bersama-sama suatu link komunikasi. Di dalam Stat-Mux, sebuah kanal komunikasi dibagi ke dalam sejumlah kanal dengan laju bit yang variatif atau sejumlah aliran data (data stream). Pembagian link diadaptasikan sesuai dengan kebutuhan masing-masing aliran data. Stat-Mux menjadi alternatif dari metoda fixed sharing seperti di dalam time division multiplexing (TDM) atau frequency division multiplexing (FDM). Stat-Mux dapat memperbaiki utilisasi jaringan yang disebut sebagai statistical multiplexing gain.
Stat-Mux banyak diaplikasikan di jaringan berbasis paket. Masing-masing aliran data dibagi ke dalam paket-paket yang selanjutnya akan dikirim secara asinkron menggunakan disiplin first-come first-serve (FCFS). Alternatif lain, paket-paket data dapat dikirimkan menggunakan disiplin penjadwalan tertentu atau alokasi sumber daya seperti Integrated Services (IntServ) atau Differentiated Services (DiffServ). Continue Reading »
Posted in Rekayasa Trafik VoIP | Leave a Comment »
Bagi Anda yang membutuhkan konversi antar format audio termasuk format PCM, GSM, ADPCM, LPC, WAV, G.729 dan Speex, silakan klik di sini atau di sini. Bagi Anda yang membutuhkan beberapa sampel audio dalam berbagai format termasukPCM, GSM, iLBC, LPC, G.723, G.729, ADPCM, WAV, dan Speex, silakan klik di sini. juga mengenai software transcoder yaitu GX::Transcoder dapat didownload di sini atau Audacity di sini.
Pengujian kualitas suara seperti Signal to Noise Ratio (SNR), Log Spectral Distance (LSD), Perceptual Evaluation of Speech Quality (PESQ), atau Perceptual Evaluation of Audio Quality (PEAQ), dengan mudah dapat dilakukan menggunakan program SPDemo dari Technion IIT.
Posted in VoIP Tools | Leave a Comment »
Extended E-model adalah metoda prediksi kualitas VoIP yang didasarkan kepada metoda prediksi kualitas VoIP ITU-T G.107 E-model (Ding dan Goubran, 2003). Selain memperhitungkan faktor gangguan non-jaringan (Is), E-model hanya memperhitungkan faktor gangguan jaringan yang diakibatkan oleh waktu tunda (Id) dan laju paket hilang (Ie).
Penelitian yang dilakukan Ding dan Goubran (2003) menemukan bahwa kejadian jitter berkontribusi terhadap penurunan kualitas suara, selain peningkatan waktu tunda. Faktor gangguan akibat waktu tunda Id hanya memperhitungkan rentang waktu tunda satu arah (latensi), tetapi tidak memperhitungkan efek ketidakinteraktifan percakapan yang diakibatkan oleh jitter. Continue Reading »
Posted in Kualitas VoIP, Teknologi VoIP | 1 Comment »
E-model atau European Telecommunications Standards Institute (ETSI) Computation Model didefinisikan di dalam ETSI Technical Report ETR 250 (1996) dan kemudian direkomendasikan di dalam dokumen ITU-T G.107 (03/2005). E-model pada awalnya dikembangkan sebagai piranti untuk perencanaan jaringan, namun saat ini telah digunakan secara luas untuk memprediksikan kualitas suara secara non-intrusif di dalam aplikasi telepon Internet atau Voice over Internet Protocol (VoIP).
Seperti dijelaskan di dalam Sun (2004), prinsip E-model didasarkan kepada konsep yang dikembangkan oleh J. Allnatt pada tahun 1975 yaitu ”Psychological factors on the psychological scale are additive”. Konsep ini digunakan untuk mendeskripsikan efek-efek dari berbagai gangguan (impairment) yang terjadi secara simultan di dalam suatu sambungan komunikasi. Continue Reading »
Posted in Kualitas VoIP, Teknologi VoIP | 1 Comment »
Kolisi Jaringan
Salah satu aspek penting di dalam telepon Internet adalah interaktivitas percakapan antar pengguna yang sangat dipengaruhi oleh kejadian waktu tunda di sepanjang jalur pengiriman paket data. Proses komunikasi yang pada umumnya adalah full duplex, di mana pengguna dapat berbicara secara bersamaan tanpa harus menunggu pengguna lain selesai berbicara, sangat memungkinkan terjadinya kolisi jaringan (network collision). Kejadian ini dapat menyebabkan munculnya waktu tunda dan bahkan hilang paket yang akan mempengaruhi interaktivitas percakapan. Untuk mencapai tingkat interaktivitas yang dapat diterima oleh pengguna, waktu tunda total perlu dijaga supaya kurang dari 400 ms. Continue Reading »
Posted in Teknologi VoIP | Tagged Telepon Internet | 1 Comment »
Untuk memberikan penilaian kualitas suara telepon Internet diperlukan pengukuran kuantitatif yang mencerminkan persepsi pengguna akan kualitas layanan. Secara umum, teknik pengukuran kualitas suara mencakup dua hal sebagai berikut:
1. Pengukuran subyektif yaitu teknik pengukuran yang didasarkan kepada opini pendengar secara langsung. Contohnya adalah teknik pengukuran yang sangat populer di sistem komunikasi suara MOS.
2. Pengukuran obyektif yaitu teknik pengukuran yang didasarkan kepada pengukuran sinyal suara. Sun (2004) menjelaskan dua tipe pengukuran obyektif yaitu pengukuran intrusif (misalnya PESQ) dan pengukuran non-intrusif (misalnya E-model dan Extended E-model).
Referensi
- Sun, L., (2004) : Speech Quality Prediction for Voice over Internet Protocol Networks, Disertasi Program Doktor, University of Plymouth.
Posted in Teknologi VoIP | Tagged Telepon Internet | Leave a Comment »
Hubungan antara kualitas layanan intrinsik dan kualitas layanan yang dirasakan di dalam aplikasi Telepon Internet, ditentukan oleh karakteristik implementasi sistem aplikasi Telepon Internet sebagai berikut:
1. Skema kompresi, yang menentukan bagaimana sinyal suara didigitalisasi untuk keperluan pengiriman paket data
2. Skema paketisasi, yang menentukan panjang payload suara di dalam setiap paketnya
3. Ukuran jitter buffer, yang menentukan ukuran penyimpanan sementara untuk mengatasi munculnya jitter
Posted in Teknologi VoIP | Tagged Telepon Internet | Leave a Comment »